Detail Artikel

Muhasabah Akhir Tahun dan Hijrah Menuju Ketaatan

Muhasabah Akhir Tahun dan Hijrah Menuju Ketaatan
Momentum Menata Iman dan Amal Menuju Ramadhan

Tangerang Selatan, 2 Januari 2026
Oleh: Ust. Ruslan Abdul Gani, M.Pd
(Pengasuh Pesantren Al-Qur’an Daarul Hikmah, Tangerang Selatan)

Khutbah ini disampaikan di Masjid Al-Birru, Parung Benying, Serua, Ciputat.

Khutbah Jumat – Bagian Pertama

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah sebaik-baik bekal hidup di dunia dan di akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita kini berada di awal tahun yang baru. Pergantian tahun sejatinya bukan sekadar pergantian angka, melainkan pengingat bahwa umur kita terus berkurang dan waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Ayat ini menegaskan bahwa waktu adalah amanah. Barang siapa yang tidak mengisinya dengan iman dan amal saleh, maka ia termasuk orang-orang yang merugi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; serta tentang raganya, untuk apa ia gunakan.”
 (HR. Tirmidzi)

Ma’asyiral Muslimin,

Awal tahun adalah waktu terbaik untuk melakukan muhasabah—introspeksi diri. Mari kita bertanya dengan jujur kepada diri kita masing-masing:

  • Apakah shalat kita sudah terjaga tepat pada waktunya?

  • Apakah Al-Qur’an masih kita baca setiap hari?

  • Apakah lisan kita lebih sering berdzikir atau justru melukai?

  • Apakah dosa kita lebih banyak daripada taubat kita?

Lebih istimewa lagi, awal tahun ini bertepatan dengan bulan Rajab, salah satu bulan mulia (asyhurul hurum). Pada bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Karena itu, meningkatkan iman dan takwa di bulan Rajab bukan sekadar kewajiban biasa, melainkan sebuah kesempatan emas yang tidak boleh kita sia-siakan.

Hikmah utama dari dilipatgandakannya pahala di bulan haram bukan semata-mata untuk keuntungan pahala, tetapi agar Allah membangkitkan semangat kita dalam meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya sebagai persiapan ruhani menyambut bulan Ramadhan.

Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam At-Taisir bi Syarhil Jami‘ ash-Shaghir menjelaskan, sebagaimana dinukil dari Anas bin Malik:

سُمِّيَ رَجَبٌ لِأَنَّهُ يُتَرَجَّبُ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ لِشَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Bulan Rajab dinamakan Rajab karena di dalamnya dilimpahkan banyak kebaikan sebagai bekal menuju bulan Sya’ban dan Ramadhan.”

Artinya, Rajab adalah bulan persiapan, bukan bulan yang dilewati begitu saja.

Hal ini ditegaskan oleh Syekh Ahmad Nuruddin al-Azizi asy-Syafi‘i dalam As-Sirajul Munir:

فَالْمَعْنَى أَنْ يُهَيِّأَ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ عَظِيْمٌ لِلْمُتَعَبِّدِيْنَ فِيْ شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Maknanya, di bulan Rajab dipersiapkan kebaikan yang banyak dan agung bagi orang-orang yang akan beribadah di bulan Sya’ban dan Ramadhan.”

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan momentum luar biasa ini dengan sebaik-baiknya. Tahun 2026 Masehi yang bertepatan dengan bulan Rajab hendaknya menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan kondisi iman yang lebih matang.

Khutbah Jumat – Bagian Kedua

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita terus bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, menjauhi segala bentuk kemaksiatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, serta menunaikan seluruh kewajiban yang telah Allah perintahkan kepada kita.

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Maka marilah kita memperbanyak shalawat dan salam kepada beliau, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar Dia mengampuni dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Semoga Allah melindungi negeri kita dan seluruh negeri kaum muslimin dari segala bentuk musibah, bencana, dan kesulitan.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ…
“Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan dan kebaikan…”
(QS. An-Nahl: 90)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya, memanfaatkan waktu dengan amal saleh, dan memperoleh keberkahan hidup di dunia serta keselamatan di akhirat.

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ قَدْ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْغَلَاءَ، وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا خَاصَّةً، وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. 

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Artikel Terkait

Dapatkan update kegiatan pesantren, artikel islami, dan tips pendidikan Qur’ani untuk membentuk generasi berakhlak mulia.