Detail Artikel

Pengajaran Al-Qur'an

Pengajaran Al-Qur'an

Dasar Pengajaran Al-Qur’an dan Keutamaannya

Oleh: Ust. Ruslan Abdul Gani, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul Hikmah – Kota Tangerang Selatan
Tanggal: 19 September 2025

Pendahuluan

Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam, sumber ilmu dan petunjuk bagi seluruh manusia. Kewajiban untuk membaca, memahami, dan mengamalkannya merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena itu, pengajaran Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga ibadah yang mendekatkan seorang Muslim kepada Tuhannya.

Di tengah tantangan zaman, lembaga-lembaga seperti Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul Hikmah berperan penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam melalui sistem pendidikan tahfizh dan tilawah yang terstruktur.

Membaca dan Menghafal Al-Qur’an: Perintah Langsung dari Allah dan Rasul-Nya

Membaca Al-Qur’an adalah amal yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Dengan membaca dan menghafal Al-Qur’an, seseorang melaksanakan perintah Allah SWT serta meneladani sunnah Rasul. Aktivitas ini bukan hanya memperindah bacaan, tetapi juga melatih hati agar selalu terhubung dengan wahyu Ilahi.

Membaca dan Menghafal Al-Qur’an: Sebaik-baik Kesibukan

Di antara berbagai aktivitas dunia, kesibukan terbaik adalah menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Membaca dan menghafalnya mengisi waktu dengan nilai pahala yang terus mengalir.

Setiap huruf yang dibaca akan diganjar sepuluh kebaikan. Dalam konteks pendidikan Islam modern, kegiatan tahfizh bukan hanya melatih memori, tetapi juga melatih disiplin, kesabaran, dan konsistensi spiritual.

Al-Qur’an Sebagai Sarana Dakwah dan Tarbiyyah

Pengajaran Al-Qur’an juga berfungsi sebagai sarana dakwah dan tarbiyyah. Melalui pembelajaran yang sistematis, nilai-nilai Qurani seperti kejujuran, amanah, dan kasih sayang dapat ditanamkan sejak dini.

Guru Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak mulia di tengah masyarakat, mengarahkan peserta didik agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an Sebagai Perekat Umat

Selain sebagai sumber hukum, Al-Qur’an juga menjadi sarana perekat umat Islam. Ayat-ayatnya mengajarkan toleransi, persaudaraan, dan semangat persatuan.

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul Hikmah menanamkan prinsip ini melalui pembelajaran yang menumbuhkan rasa ukhuwah dan kepedulian sosial di antara para santri. Dengan demikian, pengajaran Al-Qur’an bukan hanya mencetak penghafal, tetapi juga kader dakwah yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kunci Keberhasilan dalam Pengajaran Al-Qur’an

1. Ustadz dan Guru Pembimbing yang Berkualitas

Keberhasilan pengajaran sangat bergantung pada kompetensi guru Al-Qur’an. Seorang ustadz atau ustadzah tidak hanya harus fasih dalam tilawah dan tajwid, tetapi juga memiliki kualitas ruhiyah dan akhlak yang mampu diteladani.
Guru yang baik mampu menjadi inspirasi, bukan sekadar instruktur bacaan.

2. Metode Pengajaran yang Menarik dan Tidak Membosankan

Metode yang monoton sering membuat peserta didik cepat jenuh. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode pengajaran interaktif seperti talaqqi, musyafahah, game hafalan, dan peer learning.
Inovasi metode membuat proses belajar lebih menyenangkan tanpa mengurangi nilai spiritualnya.

3. Kurikulum Terprogram, Terukur, dan Sistematis

Kurikulum yang baik harus terencana dan realistis, mencakup tahapan hafalan, pemahaman makna, serta penerapan akhlak Qurani dalam kehidupan.
Sistem evaluasi yang terukur memotivasi santri untuk terus berproses tanpa merasa terbebani.

4. Biaya Program yang Terjangkau

Akses terhadap pendidikan Al-Qur’an seharusnya dapat dijangkau oleh semua kalangan. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan Islam untuk menetapkan biaya yang terjangkau serta menyediakan beasiswa bagi santri berprestasi.

Penutup

Mengajarkan dan mempelajari Al-Qur’an adalah bentuk ibadah paling mulia. Dengan menghadirkan guru yang berkualitas, metode pengajaran yang menyenangkan, kurikulum yang terukur, dan biaya yang ramah masyarakat, maka tujuan besar pendidikan Islam dapat terwujud: melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi untuk umat.